Melalui Divisi Kesehatan, Posku Al-Fatih Makassar bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan donor darah di Masjid Nurul Waqaf. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam ikhtiar kemanusiaan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama yang mungkin sedang berjuang melewati masa-masa sulit.
Senin pagi, 12 Oktober 2026, menjadi kesempatan untuk kembali mengingat bahwa kebaikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang, ia bermula dari sesuatu yang sederhana: kesediaan untuk berbagi, bahkan ketika yang dibagikan adalah bagian dari diri kita sendiri.
Di balik setiap kantong darah yang terkumpul, ada harapan yang sedang dititipkan. Ada pasien yang membutuhkan transfusi, keluarga yang menanti kabar baik, dan tenaga medis yang terus berusaha memberikan pertolongan terbaik. Bagi pendonor, mungkin hanya beberapa saat waktu yang diluangkan. Namun, bagi seseorang yang membutuhkan, darah yang diberikan bisa menjadi bagian penting dari perjuangan untuk bertahan hidup.
Kesadaran inilah yang ingin terus ditumbuhkan melalui kegiatan donor darah. Bahwa kepedulian tidak cukup hanya menjadi perasaan iba ketika mendengar kabar tentang orang yang membutuhkan pertolongan. Kepedulian perlu menemukan jalannya menjadi tindakan nyata.
Donor darah juga mengajarkan kita tentang pentingnya mempersiapkan diri untuk menolong. Tidak semua orang dapat mendonorkan darah pada setiap kesempatan. Ada persyaratan kesehatan yang perlu dipenuhi, ada kondisi tubuh yang harus diperhatikan, dan ada prosedur yang perlu dijalani. Karena itu, menjaga kesehatan diri menjadi bagian dari ikhtiar agar kita dapat hadir membantu orang lain ketika kesempatan itu datang.
Kolaborasi Divisi Kesehatan Posku Al-Fatih Makassar bersama PMI Sulawesi Selatan menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan semangat berbagi tersebut kepada masyarakat. Harapannya, donor darah tidak berhenti sebagai kegiatan sesekali, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan baik yang dilakukan secara berkala oleh mereka yang memenuhi syarat.
Sebab, kebutuhan darah tidak selalu datang ketika kita siap. Seseorang bisa membutuhkannya hari ini, esok, atau pada waktu yang tidak pernah kita duga. Sementara itu, ketersediaan darah sangat bergantung pada kesediaan orang-orang sehat untuk berbagi.
Maka, ketika tubuh sehat dan kesempatan terbuka, mungkin inilah saatnya kita bertanya kepada diri sendiri: Jika setetes darah kita dapat menjadi bagian dari ikhtiar menyelamatkan nyawa seseorang, mengapa tidak kita sisihkan waktu untuk berbagi?
Syukron kepada para pendonor, petugas PMI Sulawesi Selatan, panitia, dan semua pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan ini. Semoga setiap tetes darah yang diberikan menjadi jalan hadirnya pertolongan, tumbuhnya persaudaraan, dan meluasnya manfaat bagi sesama.
Setetes untuk banyak kebermanfaatan.
Mari jadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup peduli. Jaga kesehatan, kenali persyaratan donor, dan ambil kesempatan untuk berbagi ketika tubuh memungkinkan. Karena kebaikan yang dilakukan bersama dapat menghadirkan harapan bagi lebih banyak kehidupan.




POSKU, singkatan dari Persatuan Orang Tua Santri Kuttab Al-Fatih, adalah wadah yang menyatukan para orang tua santri di lingkungan Kuttab Al-Fatih. Didirikan dengan tujuan mempererat hubungan antara orang tua dan pihak Kuttab, POSKU berperan sebagai jembatan komunikasi dan koordinasi, serta sebagai support system dalam mendukung program-program pendidikan yang diselenggarakan oleh Kuttab.



Add comment