Mendidik anak merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan andil dan peran banyak pihak. Baik tidaknya pendidikan seorang anak, tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah semata, namun orang tua di rumah pun memiliki peran dan tanggungjawab yang tidak kalah pentingnya. Untuk memastikan berjalannya kerjasama yg baik antara guru dan orang tua, dan antara sesama orang tua, serta agar visi Kuttab Al-Fatih Makassar selaras dengan visi pendidikan keluarga di rumah, maka beberapa kegiatan hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut, salah satunya adalah kegiatan Family to Family atau yang lebih sering dikenal dengan singkatan F2F.
Apa Itu Family to Family (F2F)?
F2F hadir untuk memperkuat tali persaudaraan dan kebersamaan antar orang tua dalam setiap kelas, agar tercipta lingkungan yang hangat dan saling mendukung. F2F ini juga merupakan momentum untuk menyelaraskan visi pendidikan Kuttab Al-Fatih dan visi pendidikan keluarga di rumah. Kegiatan ini seringkali dirangkaikan dengan pemaparan agenda akademik santri dalam tahun ajaran yang sedang berjalan (mulai dari target hingga capaian santri secara umum pada masing-masing kelas).
Bentuk Kegiatan F2F
Format kegiatan F2F cukup fleksibel. Biasanya setiap kelas menentukan agenda sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama. Beberapa kelas mengisinya dengan pertemuan keluarga sederhana, bincang santai, sharing dan diskusi, hingga mengadakan games untuk menghangatkan dan mencairkan suasana. Dalam rangka menyelaraskan visi pendidikan KAF dengan visi pendidikan para orang tua, maka kehadiran guru (bahkan kepala kuttab) sangat dibutuhkan. Hal ini untuk memastikan visi, misi, dan strategi pendidikan KAF dapat dipahami secara seksama, hingga bisa dikawal dan diterapkan bersama, baik oleh guru di sekolah maupun melalui pendampingan orang tua di rumah. Tentu kehadiran pihak sekolah (guru maupun manajemen Kuttab) dalam kegiatan orang tua ini akan semakin memudahkan komunikasi dan mempererat ukhuwah hingga semua pihak dapat bergandengan tangan memastikan optimalnya perjalanan pendidikan anak selama di Kuttab.
Dalam kegiatan ini juga seringkali diisi dengan pemaparan agenda akademik santri di tiap semesternya, seperti target apa yang akan dicapai, apa saja agenda di semester/tahun ajaran berjalan, hingga hal-hal teknis seperti bagaimana mengisi lembar BBO, buku mutaba’ah, dll.
F2F juga mengundang perwakilan POSKU Al-Fatih Makassar yang diharapkan memberikan gambaran mengenai peran POSKU Al-Fatih dan agenda-agenda yang diperlukan.
Pak Rahmat Mulawan, Ketua POSKU Al-Fatih Makassar mengatakan “Agenda F2F sangat bermanfaat untuk mempererat ukhuwah antar orang tua santri, saling mengenal, bersinergi, dan bertukar pikiran dalam mengawal pendidikan anak. Tidak sedikit insight serta tips mendidik anak yang muncul setelah sesi berbagi dari orang tua santri. Selain itu karena terkumpulnya OTS masing-masing kelas, menjadi kesempatan “emas” untuk mendapatkan pemaparan dari guru bahkan kepala kuttab (jika diperlukan,red). Dengan demikian, proses pendidikan anak menjadi lebih mudah, cepat, dan fokus.”
Tujuan dan Manfaat F2F
1. Agenda untuk saling mengenal & menguatkan ukhuwah di antara orang tua santri dalam lingkup kelas.
2. Membangun komunikasi dan sinergi yang lebih baik antar-OTS, guru (atau pihak sekolah) dan POSKU.
3. Menumbuhkan kepedulian serta rasa kebersamaan dalam mendukung pendidikan anak.
4. Menjadi momen membahas target dan capaian santri pada tahun ajaran berjalan, sehingga orang tua bisa memahami arah pendidikan anak-anaknya secara lebih jelas.
F2F sebagai agenda kebersamaan orang tua antar tiap kelas diharapkan mampu menjadi
Kilas Balik Kehadiran F2F di Makassar
Salah satu inspirasi lahirnya kegiatan Family to Family (F2F) di POSKU Al-Fatih Makassar tidak lepas dari insight dan pengalaman Pak Tanribali (Abu Umar), yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua POSKU Al-Fatih di Lampung.
Menurut beliau, ukhuwah memiliki tiga tingkatan penting: ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), dan ta’awun (saling menolong). Melalui ajang F2F, keluarga-keluarga dalam satu kelas dipertemukan agar dapat saling mengenal potensi, memahami kondisi masing-masing, hingga lahir inisiatif nyata untuk saling membantu. Praktik seperti ini pernah beliau temui di berbagai daerah, di mana para orang tua saling bergantian menjemput anak, menampung sementara di rumah terdekat, hingga mengadakan kegiatan bersama. Semua itu tumbuh dari ruh ukhuwah yang berawal dari ta’aruf.
Lebih jauh, Abu Umar juga menekankan bahwa kehadiran guru dalam F2F memiliki nilai penting. Pada awalnya saat menjabat ketua POSKU Al-Fatih di Lampung, F2F berlangsung alami tanpa melibatkan guru. Namun, seiring perkembangan kurikulum dan target pembelajaran yang semakin berat, keberadaan guru dalam forum ini diharapkan dapat menyatukan visi antara orang tua santri (OTS) dan guru.
Meski tidak bersifat wajib untuk dilaksanakan, suasana F2F akan semakin hidup dan bermanfaat jika terjalin komunikasi yang cair, hangat, dan penuh semangat kebersamaan.
Dari pengalaman Lampung hingga kini di Makassar, semangat F2F menjadi wadah memperkuat ukhuwah, menyatukan visi, serta menghadirkan solusi bersama bagi pendidikan anak-anak kita.wadah komunikasi dan sinergi dalam mendukung terwujudnya visi besar Kuttab, hingga mampu melahirkan generasi yang gemilang di usia belia.
Jika Ayah/Bunda punya Foto hasil jepretan mengenai event ini, silahkan di upload disini: https://www.poskumakassar.org/kirim-multimedia-foto/
Untuk Video bisa di upload di:
https://forms.gle/9KrrM2Tny1wQpRru7
Tim media (Divisi Humas POSKU Al-Fatih Makassar) akan menyajikannya dengan mengupdate secara berkala. Barakallahu Fiykum

