5 September 2026 menjadi momen hangat bagi para OTS dalam kegiatan Family to Family (F2F) Q1 Ikhwan. Sebuah pertemuan yang mempertemukan orang tua dan guru dalam suasana yang lebih dekat, bukan sekadar untuk duduk bersama, tetapi untuk saling mengenal dan menyatukan langkah dalam membersamai pendidikan anak-anak.

“Tak kenal maka tak sayang.” Dari ungkapan sederhana itulah pertemuan bermula. Para OTS saling berkenalan, membuka percakapan, dan perlahan membangun kedekatan. Sebab dalam perjalanan mendampingi pendidikan anak, mengenal siapa yang berjalan bersama kita menjadi bagian penting untuk menumbuhkan rasa percaya dan ukhuwah.

Perjalanan F2F kemudian berlanjut dengan pemaparan materi dari Guru Iman dan Guru Qur’an. Para OTS diajak melihat kembali proses pendidikan yang sedang dijalani anak-anak, termasuk arahan dari Koordinator Guru Iman dan Koordinator Guru Qur’an. Guru olahraga pun turut memberikan materi, melengkapi gambaran pendidikan anak yang tidak hanya bertumbuh dalam ilmu, tetapi juga dalam iman, adab, dan berbagai aspek kehidupan.

Ruang pertemuan semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Ada hal-hal yang ingin dipahami lebih dalam, ada kegelisahan yang ingin dicarikan jalan, dan ada pengalaman yang bisa saling dibagikan. Di sinilah sinergi antara guru dan OTS terasa nyata bahwa mendidik anak bukan perjalanan yang dilakukan sendiri-sendiri, melainkan langkah bersama yang membutuhkan komunikasi dan saling menguatkan.

Suasana pun semakin cair ketika para OTS mengikuti game khusus. Tawa dan kebersamaan mengisi ruang, menghadirkan sisi lain dari sebuah pertemuan yang awalnya mungkin terasa formal. Dari permainan sederhana itu, kedekatan tumbuh dengan lebih alami. Barangkali memang demikian cara ukhuwah bekerja: dimulai dari saling mengenal, kemudian tumbuh melalui kebersamaan.

Dari F2F ini, satu pesan penting kembali mengemuka: tidak perlu terburu-buru mengejar targetan anak. Setiap anak memiliki prosesnya masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana orang tua terus hadir, mendampingi proses belajar anak di rumah, membersamai dengan sabar, dan memberikan teladan dalam keseharian.

Sebab pendidikan bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat sampai. Ia adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, pendampingan, dan keteguhan untuk terus berjalan bersama. Semoga sinergi antara guru dan OTS semakin kuat, sehingga anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang selaras dan pada akhirnya mampu memiliki sikap sami’na wa atha’na, mendengar dan menaati dalam kebaikan.

Semoga F2F Q1 Ikhwan menjadi salah satu langkah kecil yang menguatkan perjalanan besar itu: orang tua yang terus mendampingi, guru yang terus membersamai, dan anak-anak yang tumbuh dalam kebaikan.

POSKU Kuttab Al-Fatih Makassar

POSKU, singkatan dari Persatuan Orang Tua Santri Kuttab Al-Fatih, adalah wadah yang menyatukan para orang tua santri di lingkungan Kuttab Al-Fatih. Didirikan dengan tujuan mempererat hubungan antara orang tua dan pihak Kuttab, POSKU berperan sebagai jembatan komunikasi dan koordinasi, serta sebagai support system dalam mendukung program-program pendidikan yang diselenggarakan oleh Kuttab.

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *