Ada pertemuan yang bukan sekadar mempertemukan orang-orang, tetapi juga menyatukan langkah.

Begitulah suasana Family to Family (F2F) Kelas 1A Kuttab Al-Fatih. Sebuah ruang silaturahmi bagi Orang Tua Santri (OTS) dan guru untuk saling mengenal sekaligus menyelaraskan visi dalam membersamai perjalanan pendidikan para santri.

Sebagai kelas yang beberapa diantaranya diisi oleh OTS baru, pertemuan diawali dengan saling berkenalan. Dari sana, percakapan berkembang menjadi cerita tentang alasan memilih Kuttab Al-Fatih sebagai tempat pendidikan bagi anak-anak mereka.

Beragam cerita muncul, tetapi memiliki satu benang merah: adanya harapan agar pendidikan anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Orang tua ingin menjadi bagian dari perjalanan itu, juga ingin belajar mendampingi ananda sepenuh hati. Pendidikan tidak diserahkan sepenuhnya kepada guru, tetapi dilanjutkan di rumah melalui pendampingan, pembiasaan, dan keteladanan.

Perjalanan kemudian berlanjut pada pemaparan dari guru Olahraga dan wali kelas mengenai target pembelajaran yang akan dilalui para santri selama satu tahun ke depan. Bagi para OTS, pemaparan ini menjadi gambaran tentang arah perjalanan anak-anak mereka. Dengan mengetahui apa yang sedang dan akan dipelajari di kuttab, orang tua dapat membersamai anak di rumah dengan langkah yang lebih selaras.

Di antara rangkaian kegiatan itu, ada satu sesi yang membawa para OTS kembali pada hal yang sangat dekat dengan keseharian santri: talaqi bersama Koordinator Qur’an. Para OTS, khususnya para ayah, diajak kembali mempelajari cara membaca dan mengajarkan Bagdadiyah. Sederhana, tetapi penting. Sebab cara yang sama antara rumah dan kuttab akan membantu anak belajar dengan lebih terarah, tanpa kebingungan karena perbedaan cara pendampingan.

Di sinilah F2F menemukan maknanya.

Bukan hanya tentang duduk bersama dalam satu ruangan, tetapi tentang menyamakan cara pandang. Tentang bagaimana guru dan orang tua dapat saling memahami peran, lalu berjalan beriringan dalam satu tujuan.

Karena pendidikan anak bukan perjalanan yang dapat ditempuh oleh satu pihak saja.

Ada guru yang membersamai di kuttab. Ada orang tua yang melanjutkan di rumah. Ada keluarga-keluarga lain yang menjadi bagian dari lingkungan tumbuhnya seorang anak.

Semua memiliki peran dalam menghadirkan lingkungan yang menumbuhkan iman, tauhid, dan adab.

Sebagaimana arah pendidikan Kuttab Al-Fatih yang bertumpu pada kurikulum Iman dan Al-Qur’an, harapannya perjalanan para santri bukan hanya membuat mereka semakin banyak mengetahui, tetapi juga semakin baik dalam bersikap, semakin kuat tauhidnya, dan semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Hari ini, mungkin yang dibawa pulang bukan hanya informasi tentang target pembelajaran atau cara mengajarkan Bagdadiyah.

Ada sesuatu yang lebih besar: kesadaran bahwa pendidikan anak adalah perjalanan bersama.

Dimulai dari saling mengenal, dilanjutkan dengan saling belajar, lalu dikuatkan dengan saling membersamai.

Menyatukan langkah, menyelaraskan ikhtiar, dan bersama menumbuhkan generasi Qur’ani.

POSKU Kuttab Al-Fatih Makassar

POSKU, singkatan dari Persatuan Orang Tua Santri Kuttab Al-Fatih, adalah wadah yang menyatukan para orang tua santri di lingkungan Kuttab Al-Fatih. Didirikan dengan tujuan mempererat hubungan antara orang tua dan pihak Kuttab, POSKU berperan sebagai jembatan komunikasi dan koordinasi, serta sebagai support system dalam mendukung program-program pendidikan yang diselenggarakan oleh Kuttab.

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *